Pengertian, Asal, Ciri , dan Contoh Puisi Lama : Gurindam, Pantun, dan Syair
Pengertian, Asal, Contoh, dan Ciri Puisi Lama : Gurindam, Pantun, dan Syair -
Di postingan kali ini RahmanTri123 akan berbagai tentang Tata Bahasa Indonesia yang di pelajari di kelas 7 SMP tentang Pengertian, Asal, Contoh, dan Ciri Puisi Lama : Gurindam, Pantun, dan Syair buat sobat sekalian yang membutuhkan silahkan dibaca ..
A.PENGERTIAN
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan.
Aturan- aturan itu antara lain :
1. Jumlah kata dalam 1 baris
2. Jumlah baris dalam 1 bait
3. Persajakan (rima)
4. Banyak suku kata tiap baris
5. Irama
2. Jumlah baris dalam 1 bait
3. Persajakan (rima)
4. Banyak suku kata tiap baris
5. Irama
Contoh Puisi LAMA:
Saat di meja makan pertama:
muncul seribu bayangan duka
banyak yang berlalu, pagi itu
orang masih mabuk dengan impiannya
Dari radio keluar berita-berita basi, naiknya harga-harga
Bukan itu yang disebut perubahan!
“dimanakah sebernarnya keindahan bersemayam?”
muncul seribu bayangan duka
banyak yang berlalu, pagi itu
orang masih mabuk dengan impiannya
Dari radio keluar berita-berita basi, naiknya harga-harga
Bukan itu yang disebut perubahan!
“dimanakah sebernarnya keindahan bersemayam?”
Saat di meja makan kedua :
kesepian menekan tiba-tiba
ada jerit dari lorong tak bertepi
maka hidup hanya sebuah perjalanan lurus, tak berjiwa
bukan pengembaraan, bukan petualangan
:meneruskan yang sudah ada
padahal hidup berjalan ke depan
kesepian menekan tiba-tiba
ada jerit dari lorong tak bertepi
maka hidup hanya sebuah perjalanan lurus, tak berjiwa
bukan pengembaraan, bukan petualangan
:meneruskan yang sudah ada
padahal hidup berjalan ke depan
B. CONTOH PUISI LAMA
1) GURINDAM
A. Pengertian dan Asal
Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari negeri India. Istilah gurindam berasal dari bahasa India , yaitu kirindam yang berarti "mula-mula" atau "perumpamaan". Gurindam sarat nilai agama dan moral. Tak dimungkiri bahwa gurindam bagi orang dulu sangat penting dan dijadikan norma dalam kehidupan.
B. Ciri Gurindam
a) terdiri atas dua baris dalam sebait
b) tiap baris memiliki jumlah kata sekitar 10-14 kata
c) tiap baris memiliki rima sama atau bersajak A-A,B-B, C-C, dan seterusnya
d) merupakan satu kesatuan yang utuh
e) bais pertama berisi soal, masalah ,atau perjanjian
f) baris kedua berisi jawaban ,akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama . _Isi . atau maksud gurindam terdapat pada baris kedua)
g) isi gurindam biasanya berupa nasihat , filosofi hidup atau kata-kata mutiara.
C. Contoh Gurindam
Jika hendak menenal orang mulia
lihatlah kepada kelakuan dia
-Jika hendak mengenal orang yang berilmu
- bertanya dan belajar tiadalah jemu
Jika hendak mengenal orang yang berakal
di dalam dunia mengambil bekal
-Apabila dengki sudah bertanah
-datanglah darinya beberapa anak panah
Mengumpat dan memuji hendaklah pikir
di situlah banyak orang yang tergelincir
-Pekerjaan marah jangan dibela
-nanti hulang akal di kepala
2) Pantun
A. Pengertian dan Asal
Pantun adalah puisi Melayu yang mengkar dan membudaya dalam masyarakat. Pantun dikenal dengan banyak nama di berbagai bahasa di Nusantara, tonton (bahasa Tagalog), tuntun (bahasa Jawa), pantun (bahasa Toba) yang memiliki arti kurang lebih sama , yaitu sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, bentuk kesantunan.
B. Ciri Pantun
• Tiap bait terdiri atas empat baris (larik)
• Tiap baris terdiri atas 8-12 suku kata
• Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b
• Baris pertama dan kedua merupakan sampiran
• Baris ketiga dan keempat merupakan isi
C. Contoh Pantun
Air Surut memungut bayam,
Sayur diisi ke dalam kantung.
Jangan diikuti tabiat ayam,
Bertelur sebiji riuh sekampung.
3) Syair
A. Pengertian dan Asal
Syair adalah salah satu puisi lama. Syair berasal dari Persia dan dibawa masuk ke Nusantara bersama dengan masuknya Isalam ke Indonesia. Kata atau istilah syair berasal dari bahasa Arab yaitu syi'ir atau syu'ur yang berarti "perasaan yang menyadari", kemudian kata ssyu'ur berkembang menjadi syi'ru yang berarti puisi dalam pengetahuan umum.
Dalam perkembangannya syair tersebut menglami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas MElayu, yidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair negeri Arab. Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, antara lain : syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir.
B. Ciri Syair
1. Setiap bait terdiri dari empat baris.
2. Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata.
3. Bersajak a-a-a-a.
4. Semua baris adalah isi.
5. Bahasa yang digunakan biasanya berupa kiasan.
C. Contoh Syair
Syair Perahu
Inilah gerangan sautu madah
Mengarangkan sayir terlalu indah
Membetuli jalan tempat berpindah
Di sanalah iktikat diperbetuli sudah
Wahai muda kenali dirimu
Ialah perahu tamsil hidupmu
Tiadalah berapa lama hidupmu
Ke akhirat jua kekal hidupmu
Hai muda arif budiman
Hasilka kemudi dengan pedoman
Alat perahumu jua kerjakan
Itulah jalan membetuli insan
Perteguh jua alat perahumu
Hasilkan bekal air dan kayu
Dayung pengayuh taruh disitu
Supaya laju perahumu itu
Sudahlah hasil kayu dan ayar
Angkatlah pula sauh dan layar
Pada beras bekal jantanlah taksir
Niscaya sempurna jalan yang kabir
Karya : Hamzah Fansuri
SEMOGA BERMANFAAT UNTUK SOBAT SEMUANYA...
Komentar
Posting Komentar